Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Penanggulangan Banjir dan Penguatan Aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan secara daring, Senin (16/3).
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, PT Angkasa Pura Indonesia, serta PT Jasa Marga. Pertemuan tersebut membahas pemetaan titik banjir, hasil kajian, serta rencana penanganan banjir di berbagai jalur akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam forum tersebut, masing-masing instansi memaparkan kajian yang telah dilakukan terkait program penanganan banjir di wilayahnya, sekaligus menyampaikan rencana teknis untuk meningkatkan aksesibilitas menuju bandara yang menjadi gerbang utama transportasi nasional tersebut.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Bappeda memaparkan hasil kajian terkait penanganan banjir di kawasan sisi selatan Tol Sedyatmo, khususnya di wilayah Jalan Benda dan sekitarnya yang menjadi salah satu jalur strategis menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kajian tersebut mengidentifikasi sejumlah permasalahan, antara lain kondisi saluran drainase yang cenderung datar, penyempitan saluran di antara bangunan, sedimentasi, hingga keterbatasan akses untuk normalisasi saluran.
Sebagai solusi, Pemerintah Kota Tangerang merencanakan sejumlah langkah penanganan, di antaranya perbaikan dimensi saluran drainase, pembangunan kolam retensi dan pompa untuk menampung debit air sementara, pemasangan pintu air pada saluran Kali Kamal, serta normalisasi saluran drainase dan gorong-gorong di bawah tol. Upaya tersebut dilakukan guna mengendalikan aliran air agar tidak menimbulkan genangan maupun banjir di kawasan akses menuju bandara.
Selain itu, hasil rapat juga menyepakati perlunya langkah lanjutan berupa survei lapangan bersama yang akan dikoordinasikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan integrasi rencana penanganan banjir di seluruh wilayah yang terhubung dengan akses menuju bandara.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk mendukung upaya penanganan banjir secara terintegrasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah sekitar, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Pemerintah Kota Tangerang siap berkolaborasi dalam penanganan banjir yang berdampak pada aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kami telah melakukan kajian teknis di beberapa titik rawan genangan, khususnya di wilayah Jalan Benda dan sekitarnya, dan akan terus berkoordinasi dengan kementerian serta instansi terkait agar penanganan yang dilakukan dapat terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi kelancaran mobilitas menuju bandara,” ujar Yeti.
Ia menambahkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam memastikan penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh, sehingga akses menuju Bandara Soekarno-Hatta tetap aman dan lancar, terutama saat terjadi curah hujan tinggi.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan langkah penanganan banjir yang direncanakan dapat segera ditindaklanjuti secara teknis di lapangan, sehingga mendukung kelancaran konektivitas kawasan serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dan pengguna jasa transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta.








