Tangerang Raya,11-10-2025, Watchnews.co.id, Antrean kendaraan di Jalan Raya Cadas Kukun tampak tak biasa. Mulai dari pengendara roda dua, mobil pribadi, hingga angkutan umum mengular dari arah SPBU Cadas Kukun hingga lebih dari 500 meter. Bukan karena kecelakaan atau banjir, melainkan karena pekerjaan galian pipa air yang sedang berlangsung di ruas jalan padat itu. Ironisnya, tidak terlihat ada petugas lalu lintas atau papan peringatan yang memadai di lokasi.
Kondisi tersebut memicu kemarahan dan keluhan dari sejumlah warga serta pengguna jalan. Di satu sisi, proyek galian tersebut adalah bagian dari pemeliharaan infrastruktur air bersih oleh PERUMDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, sesuatu yang penting bagi keberlangsungan layanan publik. Namun di sisi lain, minimnya komunikasi, manajemen lalu lintas, serta pengamanan lokasi pekerjaan telah menyebabkan ketidaknyamanan yang tidak bisa diabaikan.
“Saya pulang kerja, biasanya nggak macet. Tapi ini parah banget, sampai dekat pom bensin. Ternyata ada galian pipa. Tapi nggak ada pemberitahuan,” ujar Dadan, seorang pengendara motor yang ditemui di lokasi.
Seorang pekerja di SPBU juga menyampaikan kekecewaannya, menyebut tidak ada koordinasi antara pihak pelaksana proyek dengan manajemen SPBU. Aktivitas keluar-masuk kendaraan untuk mengisi bahan bakar pun terganggu.
PERMASALAHAN DI LAPANGAN, CELAH DALAM KOORDINASI DAN MANAJEMEN PROYEK
Pekerjaan galian pipa air di titik tersebut merupakan bagian dari program perbaikan sambungan pipa eksisting, yang dikerjakan oleh pihak ketiga, PT Rafa Karya, atas penugasan dari PERUMDAM TKR. Namun pengawasan lapangan, penempatan rambu pengaman, dan manajemen lalu lintas di sekitar lokasi ternyata luput dari perhatian yang seharusnya ketat.
Heru, pengawas lapangan dari pihak kontraktor, menjelaskan bahwa pekerjaan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan ditujukan untuk menyambung pipa yang sebelumnya mengalami gangguan. Namun ia mengakui belum ada komunikasi langsung dengan SPBU maupun aparat setempat terkait rekayasa lalu lintas.
Kondisi ini memperlihatkan adanya celah koordinasi yang berujung pada dampak nyata kemacetan, gangguan kenyamanan warga, dan risiko keselamatan di tengah cuaca tak menentu saat musim hujan.
RESPONS CEPAT PERUMDAM TKR :
Klarifikasi, Evaluasi, dan Aksi Lapangan
Menyadari dampak yang timbul, PERUMDAM TKR Kabupaten Tangerang bergerak cepat. Melalui keterangan resmi yang diterbitkan oleh Humas, perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus menegaskan bahwa penanganan segera telah dilakukan.
“Kami menyadari pentingnya pekerjaan teknis ini untuk kelangsungan layanan air bersih. Namun keselamatan dan kenyamanan masyarakat juga prioritas utama. Karena itu, kami telah menugaskan tim teknis untuk segera menutup dan merapikan galian, serta melakukan evaluasi terhadap pelaksana pekerjaan,” ujar perwakilan Humas PERUMDAM TKR.
LANGKAH CEPAT YANG DILAKUKAN MENCAKUP :
- Penambalan dan penutupan kembali galian secara merata.
- Pengawasan ulang terhadap kontraktor pelaksana.
- Koordinasi lanjutan dengan pihak terkait untuk pengaturan lalu lintas.
- Evaluasi menyeluruh terhadap SOP pekerjaan lapangan.
KOMITMEN KE DEPAN :
Pelayanan Prima Harus Sejalan dengan Tanggung Jawab Sosial
PERUMDAM TKR menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat sistem kerja lapangan, termasuk tata kelola proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Prinsip “Flowing Forward, Serving Better” yang diusung perusahaan tak hanya soal distribusi air bersih yang lancar, tetapi juga mencakup pelayanan publik yang tanggap, aman, dan beretika.
“Kami pastikan ini tidak akan berulang. Koordinasi dengan mitra kerja dan pemerintah setempat akan kami perketat. Setiap pekerjaan teknis harus disosialisasikan lebih awal, dengan perlengkapan pengaman lengkap dan manajemen risiko yang jelas,” tegas pihak Humas.
CATATAN UNTUK SEMUA PIHAK :
Pentingnya Komunikasi dan Transparansi
Peristiwa ini menyiratkan bahwa infrastruktur publik, sebaik dan sepenting apa pun, tetap memerlukan pendekatan partisipatif dan humanis. Ketika proyek menyentuh ruang hidup masyarakat, maka bukan hanya hasil akhirnya yang penting, tetapi juga proses pelaksanaannya, mulai dari sosialisasi, mitigasi dampak, hingga komunikasi langsung dengan warga terdampak.
Masyarakat pun diharapkan aktif memberikan laporan dan masukan bila mendapati gangguan di lingkungan sekitar, baik soal air bersih maupun dampak teknis dari perbaikan jaringan. PERUMDAM TKR sendiri telah menyediakan kanal pengaduan dan informasi di nomor (021) 5587234 atau WhatsApp 0813-1494-0505, serta melalui laman dan media sosial resmi.
MELANGKAH MAJU DENGAN KOMITMEN BARU
PERUMDAM TKR Kabupaten Tangerang telah mengambil langkah korektif yang cepat. Namun peristiwa di Cadas Kukun ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus dilandasi oleh komunikasi yang jujur, koordinasi yang cermat, dan tanggung jawab penuh di setiap lini.
Bukan hanya soal air bersih yang terus mengalir, tapi juga rasa aman dan nyaman yang harus selalu menyertai setiap langkah pembangunan.
Sumber berita: Humas Perumda TKR
Editor: Redaksi Watchnews.co.id
Reporter: CHY







