DARI GAGASAN KE AKSI: AHMED ZAKI ISKANDAR DORONG LAHIRNYA POLITEKNIK UNTUK MASA DEPAN SDM TANGERANG

Bagikan

Redaksi Watchnews.co.id

kota Tangerang, 03-05-2026, Watchnews.co.id

Di tengah pertumbuhan pesat Kabupaten Tangerang dengan jumlah penduduk yang telah menembus sekitar 3,5 juta jiwa, kebutuhan akan akses pendidikan tinggi yang relevan dengan dunia kerja semakin terasa mendesak. Bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keterhubungan dengan kebutuhan industri.

Di titik inilah kehadiran Politeknik Ismet Iskandar Indonesia mulai mengambil peran. Soft launching yang digelar di kawasan Central Business District (CBD) Karang Tengah, Kota Tangerang, pada hari Sabtu 02 Mei 2026 menjadi penanda awal dari sebuah gagasan yang lebih besar membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat, terampil, dan siap bersaing.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar pengembangan kampus segera menjangkau wilayah Kabupaten Tangerang. Harapan itu bukan tanpa alasan. Dengan dinamika wilayah yang terus berkembang, keberadaan institusi pendidikan vokasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesiapan tenaga kerja lokal.

Namun lebih dari itu, langkah ini tidak bisa dilepaskan dari peran Ahmed Zaki Iskandar. Melalui Yayasan Ismet Iskandar, ia mendorong lahirnya sebuah institusi pendidikan yang tidak hanya berdiri sebagai simbol, tetapi sebagai solusi konkret atas kebutuhan zaman.

Zaki tidak sekadar membangun kampus. Ia membangun arah.

Politeknik yang dirintis ini dirancang dengan pendekatan vokasi, pendidikan yang menitikberatkan pada keterampilan praktis dan kesiapan kerja. Pilihan ini menjadi relevan jika melihat karakteristik Tangerang sebagai kawasan industri dan penyangga ekonomi nasional. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, sementara generasi muda membutuhkan akses pendidikan yang langsung membuka peluang.

Dalam kerangka itu, Politeknik Ismet Iskandar hadir sebagai jembatan.

Rencana pengembangan kampus di wilayah Legok dalam 2–3 tahun ke depan, serta ekspansi ke Tangerang Utara, menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ada visi jangka panjang yang sedang dibangun visi tentang pemerataan akses pendidikan dan penguatan kapasitas lokal.

Zaki juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga terjangkau. Ini menjadi poin penting, mengingat masih banyak masyarakat yang menghadapi keterbatasan untuk mengakses pendidikan tinggi. Dengan pendekatan ini, Politeknik Ismet Iskandar diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk berkembang tanpa harus keluar dari lingkungannya.

Di sisi lain, arah yang dibangun juga selaras dengan kebutuhan masa depan. Pendidikan tidak lagi cukup hanya berbasis teori. Dunia berubah cepat, industri bergerak dinamis, dan kompetensi menjadi penentu utama. Politeknik menjadi salah satu jawaban untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan realitas lapangan kerja.

Tentu, perjalanan ke depan tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Konsistensi dalam menjaga kualitas pendidikan, kesiapan tenaga pengajar, hingga pembangunan infrastruktur kampus menjadi faktor penting yang akan menentukan keberhasilan. Namun dengan fondasi yang telah diletakkan sejak awal, langkah ini memiliki pijakan yang cukup kuat.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah juga menaruh harapan besar agar Politeknik ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Harapan ini sejalan dengan tujuan besar yang sedang dibangun menciptakan siklus kemajuan yang berangkat dari pendidikan.

Target operasional pada tahun ajaran baru Juli 2026 menjadi momentum awal. Dari sana, proses panjang akan dimulai mencetak lulusan, membangun reputasi, dan memperluas dampak.

Apa yang dilakukan Ahmed Zaki Iskandar melalui Politeknik Ismet Iskandar Indonesia pada akhirnya bukan hanya tentang mendirikan lembaga pendidikan. Ini adalah upaya membentuk masa depan, di mana anak-anak Tangerang memiliki lebih banyak pilihan, lebih banyak kesempatan, dan lebih banyak alasan untuk berkembang di daerahnya sendiri.

Dan jika langkah ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Tangerang ke depan tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi yang melahirkan generasi siap saing.

Editor & Pewarta: CHY/ML

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *