Empat Ruas Jalan Kota Tangerang Mulai Diperbaiki, Warga Diminta Atur Perjalanan: Ini Jalur Alternatif dan Skema Lalu Lintasnya

Bagikan

Kota Tangerang, 11-08-2026, Watchnews.co.id

Masyarakat Kota Tangerang dan pengguna jalan dari wilayah sekitar diminta mulai menyesuaikan waktu serta rute perjalanan menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan empat ruas jalan di Kota Tangerang.

Empat ruas yang masuk dalam pekerjaan tersebut adalah Jalan M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, dan Jalan Sitanala.

Pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan. Artinya, dampaknya terhadap lalu lintas tidak hanya perlu diantisipasi pada satu atau dua hari pertama, tetapi selama proses pekerjaan berlangsung.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub), bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, telah menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely menjelaskan bahwa pengaturan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing ruas jalan.

Tidak semua jalan akan ditutup. Sebaliknya, pola pengaturan akan dilakukan melalui jalur alternatif, pengaturan arus kendaraan, hingga penerapan contraflow pada ruas tertentu.

Jalan M. Toha: Pengguna Jalan Disarankan Gunakan Jalur Alternatif

Salah satu titik yang perlu mendapat perhatian masyarakat adalah Jalan Raya M. Toha, Karawaci.

Ruas ini memiliki peran penting karena menjadi salah satu akses pergerakan kendaraan dari kawasan Periuk, Pasar Kemis dan wilayah sekitarnya menuju pusat Kota Tangerang maupun sebaliknya.

Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat dari arah Periuk, Pasar Kemis dan sekitarnya yang hendak menuju Kota Tangerang melalui Jalan M. Toha disarankan mempertimbangkan jalur alternatif melalui Jalan Arya Wangsakara – Jalan Arya Santikan – menuju Jalan Otista.

Rute tersebut juga dapat dipertimbangkan oleh pengguna jalan dari arah sebaliknya.

Penggunaan jalur alternatif menjadi penting terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Berkurangnya kapasitas efektif jalan akibat aktivitas pekerjaan, keluar-masuk kendaraan proyek, material konstruksi maupun pengaturan sebagian badan jalan berpotensi memperlambat arus kendaraan.

Karena itu, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk melintas langsung di kawasan proyek sebaiknya mempertimbangkan jalur lain sejak awal perjalanan.

Jalan Iskandar Muda: Pengendara Diminta Antisipasi Kepadatan

Perhatian serupa diperlukan bagi masyarakat yang biasa melintasi Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, khususnya kawasan sekitar Kantor Kecamatan Neglasari.

Selama proses pekerjaan, pengguna jalan diimbau mempertimbangkan jalur alternatif untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan.

Bagi warga Neglasari dan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas tersebut, informasi mengenai perkembangan pekerjaan menjadi penting karena situasi lalu lintas dapat berubah mengikuti tahapan konstruksi di lapangan.

Dengan demikian, jalur yang masih relatif lancar pada satu hari belum tentu memiliki kondisi yang sama ketika pekerjaan memasuki tahap berikutnya.

Jalan Marsekal Suryadarma Akan Diberlakukan Contraflow

Pengaturan berbeda akan diberlakukan di Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari.

Karena keterbatasan ruang jalan dan tidak memungkinkan dilakukan pengalihan arus secara penuh, pemerintah akan menerapkan sistem contraflow.

Dalam kondisi tersebut, pengguna kendaraan harus memberikan perhatian lebih terhadap rambu, pembatas jalan serta instruksi petugas di lapangan.

Contraflow pada kawasan pekerjaan membutuhkan kedisiplinan pengguna jalan karena sebagian ruang lalu lintas digunakan secara bergantian atau mengalami perubahan pola pergerakan dari kondisi normal.

Pengendara sepeda motor khususnya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyempitan lajur, kendaraan dari arah berlawanan, aktivitas alat berat, permukaan jalan yang belum sempurna serta kemungkinan perubahan posisi pembatas proyek.

Karena itu, kecepatan kendaraan sebaiknya dikurangi ketika memasuki zona pekerjaan.

Jalan Sitanala Tetap Dilalui Tanpa Rekayasa Khusus

Sementara untuk Jalan Sitanala, Pemerintah Kota Tangerang menyatakan tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas khusus.

Namun, tidak diberlakukannya rekayasa lalu lintas bukan berarti pengguna jalan dapat mengabaikan kehati-hatian.

Aktivitas pekerjaan tetap dapat menimbulkan perlambatan kendaraan pada waktu tertentu. Masyarakat tetap disarankan memperhatikan rambu sementara, aktivitas pekerja serta kendaraan proyek yang berada di sekitar lokasi.

Kontraktor Diminta Siapkan Flagman, Bukan Sekadar Kerjakan Fisik Jalan

Hal lain yang penting dari proyek ini adalah kewajiban pelaksana pekerjaan untuk ikut menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan proyek.

Dishub Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar menyediakan flagman atau petugas pengatur lalu lintas yang dapat membantu petugas pemerintah dan kepolisian ketika terjadi kepadatan.

Keberadaan flagman menjadi penting karena proyek perbaikan jalan berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berjalan.

Jalan yang sedang diperbaiki bukan ruang konstruksi yang sepenuhnya terisolasi. Pada saat yang bersamaan terdapat pengendara sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, kendaraan barang, pejalan kaki serta masyarakat yang tinggal dan menjalankan kegiatan usaha di sepanjang koridor jalan.

Karena itu, tanggung jawab pelaksana pekerjaan semestinya tidak hanya mengejar penyelesaian konstruksi, tetapi juga memastikan kegiatan proyek tidak menimbulkan risiko yang tidak perlu bagi masyarakat.

Flagman harus ditempatkan pada titik yang memang membutuhkan pengaturan, terutama pada penyempitan jalan, keluar-masuk kendaraan proyek, pertemuan dua arus kendaraan serta lokasi yang berpotensi menimbulkan antrean.

Keberadaan petugas tersebut juga harus didukung rambu sementara, pembatas area pekerjaan, penerangan yang memadai pada malam hari dan sistem pengamanan proyek yang mudah terlihat oleh pengguna jalan.

Dua Bulan Pekerjaan, Informasi kepada Publik Harus Terus Diperbarui

Perkiraan waktu pekerjaan selama sekitar dua bulan membuat sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan pekerjaan konstruksi itu sendiri.

Informasi tidak cukup hanya diberikan pada saat proyek dimulai.

Perubahan tahapan pekerjaan dapat mengakibatkan perubahan titik penyempitan jalan, akses keluar-masuk lingkungan, lokasi alat berat maupun skema lalu lintas.

Karena itu, informasi mengenai kondisi terbaru idealnya diperbarui secara berkala sehingga masyarakat dapat menentukan perjalanan sebelum terjebak kepadatan.

Dishub Kota Tangerang mengimbau masyarakat terus memantau informasi melalui kanal resmi Pemerintah Kota Tangerang selama proyek berlangsung.

Pengguna Jalan Perlu Mengatur Waktu Perjalanan

Bagi masyarakat, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan selama masa pekerjaan.

Pengendara yang setiap hari menggunakan empat ruas tersebut sebaiknya berangkat lebih awal, terutama pada jam masuk kerja dan pulang kerja.

Pengguna kendaraan juga disarankan memeriksa kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan.

Ketika memasuki kawasan pekerjaan, kurangi kecepatan dan jangan memaksakan kendaraan memasuki celah yang telah dibatasi untuk aktivitas konstruksi.

Instruksi petugas maupun flagman juga perlu dipatuhi karena pengaturan tersebut dilakukan untuk mencegah pertemuan arus kendaraan pada ruang jalan yang sedang menyempit.

Masyarakat juga sebaiknya tidak memarkir kendaraan pada bahu atau badan jalan di sekitar proyek karena dapat semakin mengurangi kapasitas jalan.

Perbaikan Jalan Penting, Keselamatan Masyarakat Tetap Prioritas

Perbaikan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik dan mobilitas perkotaan.

Namun proses menuju kondisi jalan yang lebih baik hampir selalu menimbulkan konsekuensi sementara berupa penyempitan jalan, perlambatan kendaraan dan potensi kemacetan.

Karena itu, keberhasilan pekerjaan empat ruas jalan tersebut nantinya tidak semata-mata dinilai dari kualitas aspal atau konstruksi yang selesai dikerjakan.

Manajemen lalu lintas selama proyek, keselamatan pengguna jalan, keterbukaan informasi, keberadaan petugas di lapangan serta kecepatan pemerintah dan kontraktor merespons persoalan juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

Terlebih Jalan M. Toha, Iskandar Muda dan Marsekal Suryadarma merupakan ruas yang berhubungan dengan pergerakan masyarakat dari dan menuju sejumlah kawasan penting Kota Tangerang.

Masyarakat tentu dapat memahami adanya ketidaknyamanan sementara apabila pekerjaan tersebut memang diperlukan untuk menghasilkan infrastruktur yang lebih aman dan berkualitas.

Namun pada saat yang sama, pemerintah dan kontraktor juga memiliki tanggung jawab memastikan bahwa ketidaknyamanan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.

Jalan sedang diperbaiki, tetapi aktivitas kota tidak berhenti.

Karena itulah koordinasi antara Pemkot Tangerang, Dishub, kepolisian, kontraktor dan masyarakat menjadi kunci agar pekerjaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan persoalan lalu lintas yang lebih besar.

Catat Empat Ruas yang Sedang Diperbaiki

  1. Jalan Raya M. Toha – Karawaci- Pengguna dari arah Periuk/Pasar Kemis menuju Kota Tangerang maupun sebaliknya dapat mempertimbangkan jalur Arya Wangsakara – Arya Santikan – Otista.
  2. Jalan Iskandar Muda – Neglasari- Pengendara disarankan menghindari kawasan pekerjaan, khususnya sekitar Kantor Kecamatan Neglasari, apabila tersedia jalur perjalanan lain.
  3. Jalan Marsekal Suryadarma – Neglasari- Diberlakukan contraflow karena keterbatasan ruang untuk pengalihan arus secara penuh. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas.
  4. Jalan Sitanala- Tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas khusus, namun masyarakat tetap diminta berhati-hati saat melewati kawasan pekerjaan.

Masyarakat yang akan melintasi keempat kawasan tersebut selama sekitar dua bulan ke depan disarankan memperhitungkan waktu perjalanan, memanfaatkan jalur alternatif dan mengikuti perkembangan informasi resmi Pemerintah Kota Tangerang.

Sumber informasi: Pemerintah Kota Tangerang/Dinas Perhubungan Kota Tangerang serta pemberitaan mengenai rekayasa lalu lintas proyek perbaikan empat ruas jalan Kota Tangerang, 10 Agustus 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *