DEBIT SUNGAI CISADANE MENURUN, PERUMDAM TKR PASTIKAN PASOKAN AIR BERSIH MASIH AMAN: MASYARAKAT DIIMBAU BERSIAP HADAPI PUNCAK MUSIM KEMARAU

Bagikan

Oleh: Akhwil, S.H. (Praktisi Hukum & Aktivis Tangerang Raya)

Bersama Redaksi Watchnews.co.id

Bacaan Lainnya

Kota Tangerang, 24-07-2026, Watchnews.co.id

Menurunnya debit Sungai Cisadane dalam beberapa pekan terakhir mulai menjadi perhatian berbagai pihak. Selain memunculkan fenomena masyarakat berburu ikan di sejumlah titik aliran sungai, kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai keberlangsungan pasokan air baku bagi jutaan pelanggan air minum di Tangerang Raya.

Kekhawatiran tersebut semakin mengemuka mengingat Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber utama air baku bagi penyelenggara pelayanan air minum di Kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang. Di sisi lain, sungai ini juga tengah menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari musim kemarau, menurunnya debit air, hingga adanya dugaan pencemaran yang masih dalam proses penanganan oleh instansi berwenang.

Berangkat dari kepentingan publik tersebut, Redaksi Watchnews.co.id bersama Akhwil, S.H., Praktisi Hukum dan Aktivis Tangerang Raya, menyampaikan permohonan konfirmasi dan klarifikasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane (BBWSCC), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, serta PERUMDAM Tirta Kerta Raharja (TKR).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi Sungai Cisadane beserta dampaknya terhadap lingkungan dan pelayanan air bersih.

KETERANGAN RESMI PERUMDAM TKR

Berdasarkan keterangan resmi Humas PERUMDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) yang diterima Redaksi Watchnews.co.id, penurunan debit Sungai Cisadane memang memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan air baku.

PERUMDAM TKR menjelaskan bahwa minimnya curah hujan serta berkurangnya pasokan air dari wilayah hulu di Bogor menyebabkan volume air Sungai Cisadane mengalami penyusutan. Mengingat sungai tersebut merupakan salah satu sumber utama air baku bagi wilayah Tangerang Raya, penurunan debit secara otomatis mengurangi volume air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi air bersih.

Meski demikian, hingga saat ini kondisi pelayanan kepada pelanggan masih berada dalam keadaan relatif aman.

Hal tersebut karena posisi intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PERUMDAM TKR masih berada pada elevasi muka air yang stabil sehingga proses pengambilan air baku masih dapat berlangsung secara optimal. Seluruh instalasi pengolahan juga terus dioperasikan secara maksimal agar kapasitas produksi tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan di bawah batas operasional normal.

LANGKAH MITIGASI TELAH DISIAPKAN

Mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi pada puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada bulan Agustus, PERUMDAM TKR telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

Di antaranya adalah pemasangan ponton pada titik pengambilan air baku di Sungai Cisadane guna menjaga efektivitas proses penyedotan air ketika muka air sungai terus mengalami penurunan.

Selain itu, PERUMDAM TKR juga telah menyiapkan armada mobil tangki air bersih yang sewaktu-waktu dapat dikerahkan apabila terjadi gangguan distribusi kepada pelanggan akibat dampak musim kemarau.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kontinuitas pelayanan sekaligus meminimalkan dampak yang mungkin dirasakan masyarakat.

MASYARAKAT DIIMBAU MULAI MENGANTISIPASI

Walaupun kondisi produksi air masih terkendali, PERUMDAM TKR mengingatkan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau.

Dalam keterangan resminya, PERUMDAM TKR menyebutkan bahwa apabila debit Sungai Cisadane terus mengalami penurunan, potensi menurunnya tekanan air hingga penghentian aliran sementara di beberapa wilayah tetap dapat terjadi. Karena itu masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah antisipatif, antara lain:

  • Menyiapkan tandon atau tempat penampungan air selama pasokan masih mengalir normal.
  • Menghemat penggunaan air dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari.
  • Mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak.
  • Segera melaporkan kepada PERUMDAM apabila terjadi gangguan distribusi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

MENUNGGU PENJELASAN INSTANSI LAIN

Sementara itu, permohonan konfirmasi juga telah disampaikan kepada BBWSCC, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang, serta Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.

Redaksi berharap masing-masing instansi dapat memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi debit Sungai Cisadane, kualitas air, dampaknya terhadap ekosistem, langkah pengendalian pencemaran, serta strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Informasi tersebut sangat penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi Sungai Cisadane sekaligus mengetahui langkah-langkah yang sedang dilakukan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau dan menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih.

MENJAGA SUNGAI, MENJAGA MASA DEPAN

Fenomena menurunnya debit Sungai Cisadane menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sumber daya air merupakan tanggung jawab bersama.

Pemerintah, penyelenggara layanan air minum, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga kualitas dan kuantitas air Sungai Cisadane. Menghemat penggunaan air, mencegah pencemaran, menjaga kebersihan daerah aliran sungai, serta mendukung upaya konservasi merupakan langkah nyata yang akan menentukan keberlangsungan sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Tangerang Raya.

Musim kemarau akan berlalu. Namun menjaga Sungai Cisadane agar tetap menjadi sumber air yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab yang tidak mengenal musim.

Editor & Pewarta:CHY/ML

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *