WALIKOTA JANGAN MAIN AMAN “JABATAN DIREKTUR PD PASAR KOTA TANGERANG TERLALU PENTING UNTUK DIBERIKAN KE ORANG YANG SALAH”

Bagikan

OPINI INVESTIGATIF

Oleh: Akhwil, S.H.
(Praktisi Hukum dan Aktivis Tangerang Raya)

Bacaan Lainnya

Kota Tangerang, 14-10-2025, Watchnews.co.id.

Dalam hiruk pikuk persoalan perkotaan, macet, sampah, pemukiman, ada satu isu yang sering dianggap sepele tapi justru menyangkut hajat hidup rakyat paling bawah: pasar rakyat.

Dan saat ini, Pemerintah Kota Tangerang sedang membuka seleksi jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar. Di atas kertas, ini mungkin tampak sebagai proses biasa. Tapi kalau dibedah lebih dalam, jabatan ini sangat strategis, bahkan rawan dijadikan arena kompromi politik dan ‘transaksi kekuasaan’.

Karena itu, kita semua, masyarakat, pengamat, dan pemangku kepentingan, harus bersuara keras agar Wali Kota Tangerang tidak salah pilih.

JABATAN INI BISA MENENTUKAN HARGA SEMBAKO DI KOTA ANDA

Jangan bayangkan PD Pasar hanya mengurusi bangunan lapak dan tukang parkir. Realitanya, badan usaha ini mengelola jutaan meter persegi lahan, ratusan kios, aset negara senilai miliaran rupiah, dan mempengaruhi siklus distribusi bahan pokok yang berhubungan langsung dengan harga sembako di rumah Anda.

Ketika pasar dikelola asal-asalan, efeknya terasa cepat: harga naik, pasokan macet, distribusi terganggu. Dan yang paling menderita? Bukan pejabat atau politisi. Tapi masyarakat kecil, pedagang, ibu rumah tangga, tukang sayur, pemilik warung kelontong.

POTENSI PENYIMPANGAN: ASET NEGARA, DIKELOLA PIHAK KETIGA, KEUNTUNGAN MENGUAP

Investigasi lapangan mengungkap adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan aset pasar di Kota Tangerang. Beberapa pasar dikerjasamakan dengan pihak ketiga, namun kontribusinya terhadap PAD sangat kecil. Bahkan dalam beberapa kasus, kontrak kerja sama dibuat tanpa transparansi yang memadai.

Jika ini dibiarkan, maka kerugian negara bukan soal kemungkinan, tapi hanya soal waktu. UU Tindak Pidana Korupsi tegas: siapa pun yang dengan sengaja menyebabkan kerugian negara lewat pengelolaan aset publik bisa dikenakan sanksi pidana berat.

Wali Kota perlu waspada: menempatkan orang yang tidak paham hukum dan tata kelola hanya akan mempercepat kehancuran Perumda Pasar.

JANGAN MAIN AMAN, WALIKOTA HARUS BERANI TEGAS

Sudah bukan waktunya pejabat daerah bermain aman dengan menunjuk orang yang dekat, loyal secara politik, tapi kosong dari segi kapasitas. Jabatan direktur Perumda Pasar harus diberikan kepada profesional sejati yang punya:

  1. Kapabilitas bisnis
  2. Integritas hukum
  3. Ketajaman manajerial
  4. Keterhubungan sosial dengan komunitas pasar
  5. Komitmen pada kebijakan publik

Apa yang dipilih Wali Kota hari ini, akan menentukan wajah pasar selama 4-5 tahun ke depan. Maka, salah pilih bukan hanya kelalaian administratif, tapi bisa menjadi pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

VISI GAMPANG SEMBAKO TERANCAM GAGAL JIKA PASAR TIDAK SIAP

Wali Kota Tangerang selama ini dikenal dengan program andalan “Gampang Sembako”, misi besar untuk menjamin ketersediaan bahan pokok yang murah dan terjangkau. Tapi mari kita jujur: tanpa pembenahan pasar, program ini hanya akan jadi slogan kosong.

Pasar adalah titik distribusi utama. Jika pasar rusak, semrawut, dan tidak terintegrasi, maka distribusi bahan pokok akan gagal total. Itu sebabnya, menempatkan orang yang tepat di kursi Direktur PD Pasar adalah langkah pertama dan paling penting dalam mengeksekusi visi Wali Kota sendiri.

KRITERIA CALON DIREKTUR: INI STANDAR MINIMUM, BUKAN SEKADAR HARAPAN

Untuk memastikan masa depan PD Pasar tidak suram, berikut 5 kriteria non-negotiable bagi calon direktur:

  1. Mampu menyelamatkan Perumda Pasar dari potensi kebangkrutan
  2. Profesional dan tidak terikat dengan partai politik atau kepentingan elite
  3. Mampu membangun sinergi dengan pelaku usaha besar, distributor, dan stakeholder logistik
  4. Berkomitmen menjalankan visi-misi Pemkot, khususnya “Gampang Sembako”
  5. Diterima oleh komunitas pasar, tidak punya resistensi sosial dari pedagang atau organisasi pasar

Jika ada calon yang tidak memenuhi salah satu poin di atas, maka dia tidak layak memimpin. Wali Kota harus tegas, bahkan jika tekanan politik datang dari segala arah.

MASYARAKAT HARUS PEDULI, KARENA INI MENYENTUH MEJA MAKAN KITA SEMUA

Sebagai masyarakat, kita tidak boleh apatis. Jangan pikir urusan pasar hanya milik pedagang. Faktanya, apa yang terjadi di pasar hari ini akan menentukan harga nasi, daging, cabai, dan minyak goreng di rumah kita minggu depan.

Publik harus ikut mengawal proses ini. Media, LSM, akademisi, dan komunitas pedagang perlu menyuarakan standar tinggi bagi calon direktur. Kalau kita diam, maka yang akan duduk adalah mereka yang seharusnya tidak punya hak untuk duduk di sana.

JANGAN ULANGI KESALAHAN LAMA

Terlalu banyak kota yang gagal mengelola pasar karena salah menempatkan orang. Sudah cukup. Kota Tangerang punya kesempatan untuk berubah, tapi hanya jika keberanian politik didahulukan daripada kenyamanan politik.

Jabatan ini bukan tempat parkir politik. Ini adalah garda depan ekonomi rakyat. Jangan salah pilih.

Redaksi Media Online: Watchnews.co.id
Editor & Pewarta: CHY

Pos terkait