Tangerang, 07-11-2025, Watchnews.co.id, Sungai Cisadane, yang selama ini menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Tangerang, kembali menjadi pusat perhatian. Namun kali ini, bukan sekadar karena keindahan alamnya, melainkan karena akan menjadi lokasi lahirnya wajah baru festival terbesar di kota ini: Cisadane Digital Festival 2025, yang digelar pada 12–16 November 2025 di Jalan Benteng Jaya (Benteng Makassar).
Festival ini bukan sekadar perayaan tahunan biasa. Tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mempersembahkan sebuah konsep baru yang menggabungkan budaya, teknologi, dan ekologi dalam satu panggung besar penuh kolaborasi lintas sektor.
WAJAH BARU CISADANE: FESTIVAL KOLABORASI ERA DIGITAL
Dengan tema besar “Digital, Cultural, and Green Innovation”, Cisadane Digital Festival (CDF) 2025 hadir sebagai refleksi transformasi Tangerang menuju Smart City yang berakar pada budaya dan berorientasi masa depan.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting bagi masyarakat untuk melihat arah baru pembangunan kota.
“Cisadane Digital Festival 2025 kami kemas dengan semangat kolaborasi. Tidak hanya menampilkan sisi budaya dan tradisi, tetapi juga menonjolkan pengembangan teknologi serta konsep ekologi ramah lingkungan,” ujarnya.
Kolaborasi menjadi kunci utama. Tahun ini, lebih dari empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Disbudpar, Diskominfo, Dinas Indagkop UKM, dan Dinas Pemuda dan Olahraga, bergabung dalam satu visi: menampilkan festival yang memadukan seni, inovasi, dan ekonomi kreatif masyarakat.
FESTIVAL LIMA HARI PENUH WARNA DAN INOVASI
Selama lima hari penuh, pengunjung akan disuguhi rangkaian kegiatan menarik yang dirancang untuk semua kalangan, mulai dari pelajar, komunitas kreatif, hingga keluarga. Beberapa agenda unggulan antara lain:
- Festival Band dan Musik Lokal, menampilkan talenta muda Tangerang serta musisi indie nasional.
- Lomba Tari Kreasi dan Perahu Naga, sebagai simbol pelestarian budaya dan semangat kebersamaan masyarakat bantaran Cisadane.
- Atraksi Perahu Dayung dan Pameran Teknologi Hijau, mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.
- Pameran UMKM dan OPD Digital Booth, menghadirkan lebih dari 50 stand UMKM unggulan di bidang kuliner, kriya, dan fesyen, serta 31 booth OPD yang memperkenalkan layanan publik berbasis teknologi.
Tak hanya itu, zona hiburan keluarga dan area kuliner digital juga akan memanjakan pengunjung dengan berbagai produk lokal yang dikemas modern, dari jajanan khas Pasar Lama hingga inovasi kopi hasil racikan barista muda Tangerang.
EKOLOGI DAN TEKNOLOGI: FONDASI KOTA TANGERANG BERKELANJUTAN
Salah satu hal paling menarik dari edisi tahun ini adalah fokus pada konsep ekologi dan keberlanjutan. Di sepanjang bantaran Cisadane, pengunjung dapat menikmati instalasi seni dari bahan daur ulang, edukasi waste management, hingga digital green lab yang menampilkan inovasi teknologi ramah lingkungan buatan pelajar dan komunitas lokal.
“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan ekologi dapat berjalan berdampingan. Tangerang ingin menjadi contoh kota yang tidak hanya maju secara digital, tetapi juga berwawasan hijau,” tambah Boyke.
Konsep ini sejalan dengan visi Kota Tangerang sebagai Kota Kreatif dan Berdaya Saing Global, yang mengintegrasikan pilar smart governance, smart people, dan smart environment.
PENTAHELIX: KOLABORASI UNTUK MASA DEPAN
CDF 2025 juga mengadopsi pendekatan pentahelix collaboration, sebuah model kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Melalui sinergi ini, festival bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pengembangan ide, inovasi digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah berharap festival ini mampu membuka ruang baru bagi ekosistem industri kreatif Tangerang, yang kini tumbuh pesat di bidang digital art, fashion tech, dan smart tourism.
MENJADIKAN CISADANE SEBAGAI IKON WISATA KOTA TANGERANG
Kota Tangerang selama ini dikenal dengan berbagai destinasi menarik seperti Kampung Bekelir, Alun-Alun Ahmad Yani, dan Jembatan Berendeng. Namun kini, Cisadane Digital Festival diharapkan menjadi ikon baru wisata budaya digital Tangerang.
Dengan tata cahaya spektakuler di malam hari, instalasi seni interaktif, dan atraksi panggung yang memadukan musik tradisional dengan visual mapping digital, festival ini menjanjikan pengalaman multisensori yang memikat pengunjung dari dalam maupun luar kota.
Bagi wisatawan, CDF 2025 adalah momentum terbaik untuk menikmati keunikan Kota Tangerang, kota yang terus bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya.
TRANSFORMASI MENUJU KOTA KREATIF DAN BERKELANJUTAN
Dengan wajah baru yang lebih modern, kolaboratif, dan sarat makna, Cisadane Digital Festival 2025 bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol transformasi Kota Tangerang menuju masa depan yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Festival ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh warga dan wisatawan untuk datang, merasakan, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Tangerang, dari kota industri menjadi kota kreatif berdaya saing global.
Tanggal: 12–16 November 2025
Lokasi : Jalan Benteng Jaya (Benteng Makassar), Bantaran Sungai Cisadane
Reporter: AW /CHY
Editor: Redaksi Watchnews.co.id
