AIR BERSIH UNTUK MASA DEPAN: TRANSFORMASI PERUMDAM TKR (TIRTA KERTA RAHARJA), PELAYANAN PUBLIK, DAN HARAPAN BARU MASYARAKAT KABUPATEN TANGERANG

Bagikan

Oleh: Akhwil, S.H. (Praktisi Hukum dan Aktivis Tangerang Raya)

Kota Tangerang, 09-06-2026, Watchnews.co.id

AIR BERSIH DAN TANGGUNG JAWAB NEGARA

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Dalam perspektif hukum tata negara, pelayanan air minum bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi hak dasar warga negara.

Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan:

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Ketentuan konstitusional tersebut menjadi landasan utama bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Karena itu keberadaan PERUMDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang tidak hanya dipandang sebagai badan usaha milik daerah yang memiliki orientasi bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pelayanan publik yang mengemban amanat konstitusi.

PERAN STRATEGIS PERUMDAM TKR DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Selama bertahun-tahun PERUMDAM TKR telah menjadi salah satu tulang punggung penyediaan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang dan kawasan Tangerang Raya.

Keberadaan perusahaan ini memiliki peran strategis karena melayani berbagai kelompok pelanggan mulai dari:

  • Rumah tangga
  • Fasilitas pendidikan
  • Rumah sakit
  • Tempat ibadah
  • Pelaku UMKM
  • Kawasan industri
  • Perkantoran
  • Instansi pemerintah.

Ketersediaan air bersih yang dikelola secara profesional berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa setiap tetes air yang mengalir melalui jaringan perpipaan sesungguhnya memiliki nilai sosial yang sangat besar.

DINAMIKA PELAYANAN DAN TANTANGAN DI LAPANGAN

Sebagai perusahaan yang mengelola jaringan perpipaan dalam skala besar, PERUMDAM TKR tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah persoalan sempat menjadi perhatian masyarakat.

Mulai dari:

  • Kebocoran jaringan perpipaan
  • Gangguan distribusi
  • Penurunan tekanan air
  • Perbaikan jaringan darurat
  • Keluhan pelanggan
  • Persoalan tarif
  • Hingga proses pengalihan aset pelayanan kepada PERUMDA Tirta Benteng Kota Tangerang.

Bahkan terdapat insiden teknis yang sempat menjadi perhatian publik ketika pekerjaan jaringan perpipaan di wilayah Balaraja dikaitkan dengan peristiwa kebakaran yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Dalam perspektif pelayanan publik, munculnya gangguan teknis tidak selalu menunjukkan kegagalan institusi.

Yang lebih penting adalah bagaimana institusi tersebut merespons permasalahan, melakukan mitigasi risiko, memberikan informasi kepada pelanggan, serta mempercepat pemulihan pelayanan.

PERSPEKTIF HUKUM PELAYANAN PUBLIK

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik memberikan kerangka hukum yang jelas mengenai kewajiban penyelenggara pelayanan.

Prinsip-prinsip pelayanan publik meliputi:

  • Kepastian hukum
  • Transparansi
  • Akuntabilitas
  • Profesionalitas
  • Kesamaan hak
  • Ketepatan waktu
  • Kemudahan akses.

Dalam konteks ini, keberhasilan perusahaan pelayanan publik tidak hanya diukur dari ketiadaan masalah, tetapi dari kemampuan menyelesaikan masalah secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.

PENYELESAIAN HIBAH ASET DAN KEPASTIAN HUKUM PELAYANAN

Salah satu capaian penting yang patut mendapat perhatian adalah selesainya proses hibah aset dan pelanggan antara PERUMDAM TKR dan PERUMDA Tirta Benteng.

Proses yang berlangsung bertahun-tahun tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan pendampingan:

  • Kejaksaan Tinggi Banten
  • BPKP Provinsi Banten
  • Pemerintah Kabupaten Tangerang
  • Pemerintah Kota Tangerang.

Dari perspektif hukum administrasi negara, penyelesaian tersebut memberikan:

  • Kepastian Hukum
  • Status aset menjadi jelas.
  • Kepastian Pelayanan
  • Masyarakat mengetahui siapa operator yang bertanggung jawab.
  • Kepastian Investasi
  • Pengembangan jaringan lebih mudah dilakukan.
  • Kepastian Pengawasan
  • Audit dan pengawasan menjadi lebih efektif.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN TATA KELOLA MODERN

Tantangan utama BUMD saat ini bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga menjaga tata kelola yang baik.

Prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi penting.

Meliputi:

  • Transparansi
  • Perusahaan harus terbuka kepada publik.
  • Akuntabilitas
  • Setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Responsibilitas
  • Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
  • Independensi
  • Pengelolaan profesional tanpa intervensi yang tidak semestinya.
  • Fairness
  • Keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Penerapan prinsip tersebut akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan investor.

AIR BERSIH DAN KESEHATAN MASYARAKAT

Air bersih memiliki hubungan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Ketersediaan air yang layak berkontribusi terhadap:

  • Penurunan stunting
  • Pencegahan diare
  • Peningkatan sanitasi
  • Kesehatan ibu dan anak
  • Produktivitas masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, investasi pada sektor air minum sejatinya merupakan investasi kesehatan jangka panjang.

DAMPAK EKONOMI PELAYANAN AIR BERSIH

Air bersih bukan hanya kebutuhan rumah tangga.
Bagi dunia usaha, air merupakan faktor produksi.
Bagi industri, air adalah infrastruktur dasar.
Bagi UMKM, air adalah kebutuhan operasional harian.

Karena itu semakin baik pelayanan air minum maka semakin kuat pula daya saing ekonomi daerah.

MENJAWAB TANTANGAN KEHILANGAN AIR

Salah satu isu penting dalam industri air minum adalah tingkat kehilangan air (non-revenue water).

Penyebabnya dapat berupa:

  • Kebocoran teknis
  • Sambungan ilegal
  • Kerusakan meter
  • Kesalahan administrasi.

Ke depan, penguatan teknologi digital menjadi kebutuhan.

INOVASI MASA DEPAN PERUMDAM TKR

Beberapa langkah strategis yang layak diprioritaskan:

  • Smart Water Management
  • Sistem deteksi kebocoran digital.
  • Customer Service Digital
  • Aplikasi pelanggan terintegrasi.
  • Artificial Intelligence Monitoring
  • Pemantauan tekanan dan kualitas air secara real-time.
  • Smart Meter
  • Pencatatan meter otomatis.
  • Green Utility
  • Pemanfaatan energi ramah lingkungan.
  • Ekspansi Pelayanan
  • Perluasan jaringan ke wilayah yang belum terlayani.

PENGUATAN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN

Pelanggan modern tidak hanya membutuhkan air.

Mereka membutuhkan:

  • Informasi cepat
  • Transparansi
  • Respons pengaduan
  • Kepastian layanan.

Karena itu transformasi digital harus menjadi prioritas.

HARAPAN MASYARAKAT DAN MASA DEPAN PELAYANAN

Masyarakat Kabupaten Tangerang pada dasarnya memiliki harapan yang sederhana:

  • Air mengalir lancar
  • Kualitas air baik
  • Tarif terjangkau
  • Keluhan cepat ditangani
  • Informasi mudah diperoleh.

Jika lima hal tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, maka kepercayaan publik akan meningkat.

PENUTUP

Di tengah berbagai dinamika pelayanan publik, PERUMDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang berada pada fase penting transformasi kelembagaan.

Penyelesaian proses hibah aset, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, serta berbagai rencana inovasi ke depan merupakan modal penting untuk membangun sistem pelayanan air minum yang modern dan berkelanjutan.

Tantangan tentu akan selalu ada. Namun dalam perspektif hukum, pelayanan publik bukan dinilai dari absennya persoalan, melainkan dari kemampuan institusi untuk merespons, memperbaiki, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pengawasan lembaga terkait, profesionalisme manajemen, serta partisipasi pelanggan, PERUMDAM TKR memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu perusahaan air minum daerah yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pada akhirnya, keberhasilan sesungguhnya bukan terletak pada panjangnya jaringan pipa yang dimiliki, melainkan pada sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari hadirnya pelayanan air bersih yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Editor & Pewarta: CHY/ML

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *